//Tips Videografi Agar Video anda Terlihat Profesional
Tips Videografi Agar Video anda Terlihat Profesional 2019-06-24T02:16:40+00:00

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Tips Videografi Agar Video anda Terlihat Profesional

membuat video bagus dan terlihat profesional tidak harus menggunakan peralatan videografi yang mahal . Anda bisa menjadi videografer yang baik hanya dengan memperhatikan beberapa detail utama yang mungkin tidak jelas pada awalnya, dan melatih keahlian Anda. Dasar-dasar pembuatan film video ini akan terbukti sangat berguna, baik untuk video pribadi atau untuk portofolio anda.

Tips Videografi untuk pemula.

berikut beberapa tip dan teknik yang sudah terbukti, yang bisa menjadi panduan ketika Anda memutuskan untuk terjun di bidang videografi atau menjadi seorang sinematografer. Cobalah praktekkan pada keseharian kita dalam membuat video.

Persiapkan Peralatan Anda

Keuntungan bagi pemula, kita hidup di masa di mana kamera digital berkualitas tinggi dibuat dengan harga terjangkau untuk penggunaan pribadi atau membuat suatu project. Anda dapat berlatih videografi dengan gadget yang sudah Anda miliki, contohnya smartphone atau handphone Anda, berikut beberapa tips jika anda menggunakan smartphone anda untuk aktivitas videografi :

  • Gunakan kamera belakang agar rekaman kualitas yang lebih baik
  • Bidik dalam mode lansekap (horizontal bukan vertikal)
  • Nyalakan overlay pada layar Anda, jika ada pada kamera smartphone anda, sehingga Anda memiliki panduan untuk menjaga posisi pengambilan gambar dengan ponsel Anda
  • Jika Anda memiliki anggaran lebih, kami merekomendasikan untuk menggunakan stabilizer gimbal untuk kamera Anda agar mendapatkan bidikan mantap, mikrofon eksternal untuk audio yang lebih baik, dan tripod video yang handal.

BACA JUGA : 5 tips Menggunakan Gimbal

 

Buat perencanaan

Jika Anda akan merekam video musik, komersial, atau film pendek, Anda akan memiliki lebih banyak kebebasan untuk merencanakannya dari awal hingga selesai. Untuk benar-benar melakukannya seperti profesional, buatlah storyboard dengan ilustrasi adegan Anda secara berurutan. Ini akan membantu Anda melakukan pra-visualisasi hasil rekaman Anda dan menguraikan gambar yang Anda inginkan. Ini akan berfungsi sebagai panduan Anda selama pemotretan dan pengeditan, ditambah itu dapat membantu Anda menentukan waktu yang tepat untuk pemotretan, tempat yang Anda inginkan, dan kamera yang tepat untuk digunakan (jika Anda memiliki beberapa kamera) sebelum syuting.
Akan tetapi , beda cerita jika Anda meliput suatu acara, Anda harus mempersiapkan banyak hal. Misalnya, dalam videografi pernikahan, videografer pernikahan harus memiliki ide dan insting yang baik tentang kapan dan bagaimana mengambil video pengantin, rundown acara , dan suasana pesta pernikahan.

Pencahayaan

Salah satu rahasia terbesar untuk mencapai video yang terlihat profesional adalah menggunakan pencahayaan untuk tiap situasi dalam video Anda. dalam menyusun konsep, cobalah membuat perencanaan pencahayaan yang akan anda gunakan. Tentukan jenis lampu yang Anda butuhkan dan di mana Anda akan meletakkannya untuk mencapai efek yang Anda inginkan. Atau jika Anda memiliki anggaran terbatas dan bekerja dengan yang ada (seperti lampu dan matahari), pikirkan bagaimana Anda dapat menyesuaikan kondisi pencahayaan dengan adegan yang akan Anda buat.
Misalnya, jika Anda menginginkan pemandangan yang tampak dramatis, carilah posisi bayangan yang tepat. Sebaliknya, jika anda ingin situasi yang ceria , anda memerlukan posisi pencahayaan yang tepat.

Buatlah latarbelakang sesederhana mungkin.

untuk pemula gunakan latar belakang berwarna solid – baik itu dinding, sprei, atau walpaper – dan posisikan subjek beberapa meter dari latarbelakang untuk menghindari bayangan yang tidak diinginkan.
Kuncinya adalah meminimalkan elemen yang akan membuat pemandangan terlihat berantakan sehingga mengalihkan perhatian dari subjek Anda. Meskipun ada beberapa tema dan alur cerita membutuhkan latarbelakang yang berantakan, intinya tidak mengalihkan perhatian dari subjek anda.

Tingkatkan kemampuan Komposisi Anda

Seorang profesional dapat melihat pekerjaan seorang amatir hanya dalam beberapa detik pertama sebuah video, walaupun para videografer amatir menggunakan kamera mahal. lalu perta apa yang membuat para profesional bisa menilai dan membedakan suatu karya dikerjakan oleh amatir atau profesional ? jawabannya adalah framing dan komposisi.
banyak pemula tidak menyadari bahwa videografi yang baik (terutama sinematografi) tidak hanya sekadar mengarahkan kamera Anda ke adegan atau subjek Anda. tetapi juga melibatkan penataan yang memungkinkan elemen visual mempunyai cerita untuk membuat adegan terlihat Bagus secara estetis
Penempatan Kamera yang Tepat
Kesalahan umum yang dilakukan oleh pemula adalah tidak memikirkan bagaimana panjang fokus lensa dan jarak relatif kamera dari subjek yang mempengaruhi tampilan adegan.
Untuk pemotretan close-up, jangan pernah menempatkan kamera Anda terlalu dekat dengan subjek Anda , karena ini dapat menciptakan distorsi wajah yang tidak menarik ,lebih baik menempatkan kamera Anda beberapa meter jauhnya dan hati-hati dalam melakukan Zoom.
jika ingin melakukan Zoom, lebih baik menggunakan Lensa kamera anda ketimbang anda lakukan saat mengedit , karena dapat menurunkan kualitas klip video Anda dan mungkin membuatnya terlihat berpiksel.

Gunakan manual focus

Sekarang banyak Kamera yang menggunakan autofocus atau fitur focus otomatis , Walaupun fitur fokus otomatis pada kamera bisa sangat berguna, tapi akan kesulitan saat mencoba menemukan subjek Anda dalam suasana yang redup.jadi sebaiknya beralih ke fokus manual pada kamera Anda, sehingga Anda dapat menggunakan mata Anda sendiri dan mengatur fokus sendiri.khususnya ketika kita ingin membuat efek rack focus

Atur dan tetapkan White Balance

Setiap kamera memiliki color tempratur default yang berbeda untuk itu , anda tetapkan settingan anda ,karena hal ini juga sangat berpengaruh pada saat proses editing .

Hindari goyangan saat mengambil gambar

Entah pada saat melakukan panning, crane shot, atau dollying usahakanlah agar anda tidak bergoyang , untuk itu pentingnya kita menggunakan tripod atau gimbal stabilizer , jaga kecepatan , tetap konsisten dan jangan berhenti mendadak , seperti berjalan dengan membawa gelas yang penuh dengan air

Mengatur waktu shot Anda

Berikut adalah beberapa kiat dari sinematografer profesional yang mungkin tidak Anda temukan di banyak artikel, bagaimana caranya: tetapkan waktu pengambilan adegan / situasi, lebih dari 5 detik tetapi tidak lebih dari 10 detik ,ini merupakan cara yang efektif menarik perhatian pemirsa Anda. ingatlah untuk menjaga bidikan Anda stabil selama setidaknya 10 detik, yang berarti tidak ada panning atau zoom sebelum itu. cara ini sangat membantu Banyak pemula dalam meminimalkan gerakan / goyangan kamera, mengurangi waktu perekaman, dan menjaga urutan mereka tetap termanage selama pasca produksi.

Shoot to Edit

artinya adalah anda harus berpikir seperti seorang editor dalam mengambil gambar , anda harus memperkirakan seperti apa hasil akhir dari adegan, yang anda ambil , tentunya anda juga perlu mengambil adegan cadangan agar anda tidak perlu membuang waktu untuk melakukan refilming

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

WhatsApp chat